Apakah Blogger ini Menarik?

Monday, May 30, 2011

Psikologi Pendidikan (Tanggapan)

BAB I
PENDAHULUAN


Psikologi adalah ilmu yang sudah mulai berkembang sejak abad 17 dan 18 serta nampak pesat kemajuannya pada abad 20. Pada awalya ilmu ini adalah bagian daripada filsafat sebagaimana pula ilmu-ilmu yang lain seperti misalnya ilmu hukum tatanegara maupun ilmu ekonomi, namun kemudian memisahkan diri da n berdiri sebagai ilmu tersendiri.
Semuanya itu bersumber dari tuhan yang maha esa sebagai pencipta segala sesuatu,dan hasil ciptaan itulah yang menjadi obyek atau sasaran dari berbagai cabang ilmu pengetahuan.karenanya sebagai sumber ilmu pengetahuan adalah tuhan yang naha esa.yang lahir pertama kali adalah filsafat,yang membahas hakekat segala sesuatu.dari padanya lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan,oleh karna itu dalam semua ilmu-ilmu yang telah memisahkan diri dari filsafat itu akan dijumpai tokoh-tokoh filsafat kuno seperti:socrates,plato dan aristoteles yang ikut mengembangkan fikiran dan penemuannya dalam ilmu-ilmu tersebut sehinga tokoh-tokoh nanti akan dijumpai juga dalam mempelajari psikologi serta cabang-cabang psikologi.
Sesungguhnya tiap-tiap orang perlu sekali mengetahui dasar Ilmu jiwa umum, dalam pergaulan hidup sehari-hari, Ilmu jiwa perlu sebagai dasar pengetahuan untuk dapat memahami jiwa orag lain.
Kita dapat mengingat kembali sesuatu yang pernah kita amati. Gambaran ingatan dari sesuatu pengamatan disebut tanggapan, pemakalah disini akan mengupas habis tentang masalah tanggapan dan hal-hal yang ada disekitarnya.


BAB II
PEMBAHASAN

TANGGAPAN
1) Pengertian Tanggapan

Tanggapan biasa didefinisikan sebagai bayangan yang menjadikan kesan yang dihasilkan dari pengamatan. Kesan tersebut menjadi isi kesadaran yang dapat dikembangkan dalam hubungannya dengan konteks pengalaman waktu sekarang serta antisipasi keadaan untuk masa yang akan datang.
Menanggap dapat diartikan sebagai mereaksi stimuli dengan membangun kesan pribadi yang berorientasi kepada pengamatan masa lalu, pengamatan masa sekarang, dan masa yang akan datang.
Menurut Johann Federich Herbart (1776-1841), tanggapan adalah merupakan unsur dasar dari jiwa manusia. Tanggapan dipandang sebagai kekuatan psikologis yang dapat menolong atau menimbulkan keseimbangan, ataupun merintangi atau merusak keseimbangan. Tanggapan diperoleh dari pengindraab dan pengamatan. Tanggapan-tanggapan ada yang berada dalam kesadaran, dan kebanyakan berada di bawah sadar. Diantara kedua keasadaran terdapat batas pemisah yang disebut “ ambang kesadaran ”. tanggapan yang mengendap di bawah kesadaran dapat muncul kembali ke alam kesadaran, dan yang semula memang berada di ambang kesadaran itu selalu ada dan muncul secara mekanis.
Tanggapan yang lemah adalah secara statis alam, sedangkan tanggapan yang kuat adalah lebih besar kecenderungannya untuk muncul kembali ke alam kesadaran. Kemunculan tanggapan ke alam kesadaran itu menunggu adanya rangsangan yang relevan atau dapat bersatu dengan tanggapan yang bersangkutan. Hal ini terjadi dengan menggunakan tanggapan ingatan ataupun antisipasi tanggapan yang akan datang, kecuali pada bayi yang ingatan dan fantasinya belum berfungsi.
Tanggapan yang muncul ke alam kesadaran dapat mendapat dukungan atau mungkin juga rintangan dari tanggapan lain. Dukungan terhadap tanggapan akan menimbulkan rasa senang. Sedangkan rintangan terhadap tanggapan akan menimbulkan rasa tidak senang. Kecenderungan untuk mempertahankan rasa tidak senang dan menghilangkan rasa tidak senang memancing bekerjanya kekuatan kehendak atau kemauan. Kemauan ini sebgai penggerak tingkah laku, maka hendaknya pendidikan mampu mengembangkan dan mengontrol tanggapan-tanggapan yang ada pada anak didik, sehingga dengan demikian akan berkembang suatu kondisi motivasi bagi perbuatan belajar anak didik.
Untuk memudahkan pensifatan tanggapan biasanya ditempuh dengan jalan membuat perbandingan antara tanggapan dan pengamaatan. Adapun perbandingan antara tanggapan dan pengamata itu secara garis besarnya dapat diikhtisarkan sebagai berikut.
Perbedaan antara tanggapan dan pengamatan
Tanggapan Pengamatan
1. Cara tersedianya objek disebut representasi Cara tersedianya objek disebut presentasi
2. Objek tidak ada pada dirinya sendiri tetapi ada pada diri subjek yang menanggap Objek ada pada dirinya sendiri
3. Objek hanya ada dan untuk subjek yang menanggap Objek ada bagi setiap orang
4. Terlepas dari unsur tempat, keadaan dan waktu Terikat pada tempat, keadaan dan waktu

2) Macam-Macam Tanggapan

Menurut Buku Drs. Wasty Soemanto Tanggapan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
- Tanggapan masa lampau yang sering disebut sebagai tanggapan ingatan.
- Tanggapan masa sekarang yang dapat disebut sebagai tanggapan imajinatif.
- Tanggapan masa mendatang yang biasa disebut sebagai tanggapan antisipasif.

Sedangkan, Menurut Internet Tanggapan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

- Menurut alat indra yang berperanan dalam waktu mengamati : ada tanggapan
 Visual ( penglihatan ), Auditif ( pendengaran ), penciuman, dan sebagainya.
 - Menurut terjadinya : ada tanggapan ingatan, ada tanggapan fantasi.
- Menurut terikatnya : tanggapan benda dan ada tanggapan kata.

3) Tipe-Tipe Tanggapan

1. Bayangan Eidentik

Bayangan Eidentik ialah tanggapan yang jelas dan hidup sehingga menyerupai pengamatan. (eidos=bayangan/ areal).
Bayangan Eidentik banyak terdapat pada anak-anak. Ada 2 macam tipe anak eidentik, ialah :
a. Tipe Tetanoid atau Tipe T : Bayangan eidentik bagi tipe ini tidak lekas timbul dengan sendirinya atau ditimbulkan.
b. Tipe Basedoid atau Tipe B : Bayangan bagi tipe ini mudah ditimbulkan secara mendadak atau spontan.

2. Proses Pengiring

Proses pengiring ialah besar kecilnya pengaruh dari kesan-kesan yang dimiliki. Dapat dibedakan dalam 2 macam ialah :
- Fungsi sekunder, artinya pengaruh dari kesan yag telah dimiliki besar sekali, ia sukar melupakan pengalaman-pengalaman pada masa lampau. Jadi kesan-kesan masa lampau selalu berada di ruang kesadaran, sukar dimasukan di bawah kesadaran, sukar menyesuaikan diri.
- Fungsi primer, artinya pengaruh-pen garuh dari kesan yang telah dimiliki sejak kecil sekali. Ia mudah melupakan pengalaman masa lampau, mudah masuk kebawah sadar, mudah menyesuaikan diri. Hal ini besar pengaruhnya pada watak seseorang.

3. Reproduksi

Reproduksi ialah kembalinya suatu tanggapan dari ruang bawah sadar ke ruang kesadaran.
Reproduksi dapat terjadi dengan alat-alat perantara atau tanpa perantara. Yang dengan perantara, misalnya karena pengaruh perkataan : kita membaca perkataan Surabaya, maka timbullah tanggapan-tanggapan tentang kebun binatang., tugu pehlawan, jembatan merah dan sebagainya. Sedang yang tanpa perantara terjadi karena kekuatan sendiri timbul di ruang kesadaran. Reproduksi ini dapat terjadi tidak dengan sengaja atau pun dengan sengaja.

4. Asosiasi

Asosiasi, ialah ikatan antara tanggapan yang satu dengan yang lain didalam jiwa. Tanggapan yang berasosiasi berkecenderungan untuk memproduksi, artinya jika yang satu disadari, maka yang lain ikut disadari pula.
Asosiasi terjadi mekanis, dengan sendirinya, menurut hukum-hukum tertentu. Herbart (pendidik bahasa jerman) mengemukakan 5 hukum asosiasi yang mula-mula berasal dari Aristoteles, sebagai berikut:

a. Hukum sama waktu atau serentak: artinya beberapa tanggapan yang dialami waktu yang sama akan bersatu dengan lainnya. Misalnya antara bentuk benda dengan namanya, dengan rasanya, dengan baunya, dengan warnanya: karena pada waktu kita mengamati bentuk benda tersebut sekaligus kita telah mendengar namanya, membau-nya, mengenyam rasanya, melihat warnanya dan sebagainya.

b. Hukum berurutan : artinya beberapa yang kita alami berturut-turut yang satu dengan yang lain akan beasosiasi. Misalnya kakak dengan adik-adiknya, abjad a, b, c, d, dengan angka 1 2 3 4 dan sebagainya.

c. Hukum serupa atau persamaan : artinya beberapa tanggapan yang serupa, sejenis, identik, dan sebagainya, satu dengan yang lainnya akan berasosiasi. Dengan catatan bahwa yang lama atau yang sering dialami akan dijadikan pedoman. Misalnya : seorang anak untuk pertama kali melihat harimau di kebun binatang. Ia teringat pada kucing besar.

d. Hukum berlawanan : artinya tanggapan-tanggapan yang berlawanan satu dengan yang lainnya akan berasosiasi. Misalnya : sangat gemuk dan sangat kurus, sangat besar dengan sangat kecil, sangat tinggi dengan sangat pendek dan sebagainya.

e. Hukum logis : atau hukum sebab akibat, artinya suatu tanggapan yang sedang kita alami akan mengingatkan kita kepada sebab-sebab atau pun akibat-akibatnya. Misalnya hujan lebat akan mengingatkan mendung dapat pula mengingatkan banjir dan sebagainya.

Oleh karena aliran ilmu jiwa modern hukum-hukum asosiasi ini disederhanakan sebagai berikut:
- Hukum kontiuitet (berdampingan), artinya beberapa tanggapan yang dialami pada waktu yang sama atau berturut-turut.
- Hukum persamaan atau serupa.
- Hukum berlawanan.

5. Apersepsi

Apersepsi (aperseption), ialah pengamatan yang dilakukan dengan sadar terhadap bahan-bahan dari luar (menurut Leibnitz).
Menurut Wundt, apersepsi ialah proses kemauan yang memimpin jalannya pekerjaan jiwa dan yang menempatkan gejala kejiwaan pada pusat kesadaran di dalam hubungan kategorial, artinya menurut jenis, golongan, dan bagian.

Tipe tanggapan menurut macam indera yang dipergunakan untuk membentuk tanggapan-tanggapan, maka dapat digolongkan dalam beberapa tipe ialah :

a. Permata (visueel), ialah orang yang mudah memahami sesuatu yang dilihatnya.
b. Penelinga (auditief), ialah orang yang mudah memahami sesuatu yang didengarnya.
c. Penganggota (motoris), ialah orang yang mudah memahami sesuatu yang diikuti dengan gerakan.
d. Peraba (tactile), ialah orang yang mudah memahami sesuatu yang dirabanya.


BAB III
KESIMPULAN

Tanggapan ialah bekas atau gambaran dari sesuatu pengamatan, yang tinggal dalam lubuk jiwa kita sehingga boleh disebut gambaran ingatan.
Menurut Buku Drs. Wasty Soemanto Tanggapan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
- Tanggapan masa lampau yang sering disebut sebagai tanggapan ingatan.
- Tanggapan masa sekarang yang dapat disebut sebagai tanggapan imajinatif.
- Tanggapan masa mendatang yang biasa disebut sebagai tanggapan antisipasif.

Sedangkan, Menurut Internet Tanggapan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

- Menurut alat indra yang berperanan dalam waktu mengamati : ada tanggapan
 Visual ( penglihatan ), Auditif ( pendengaran ), penciuman, dan sebagainya.
- Menurut terjadinya : ada tanggapan ingatan, ada tanggapan fantasi.
- Menurut terikatnya : tanggapan benda dan ada tanggapan kata.

Tipe-Tipe Tanggapan
1. Bayangan Eidentik
2. Proses Pengiring
3. Reproduksi
4. Asosiasi
5. Apersepsi


No comments:

Post a Comment